Mata dalam tradisi Jawa adalah "jendela kebenaran"—cara seseorang melihat dunia dan dunia melihatnya. Mimpi kehilangan penglihatan atau menjadi buta sering ditafsirkan sebagai peringatan bahwa pemimpi sedang tidak melihat sesuatu yang penting di sekitarnya: niat tersembunyi seseorang, kesempatan yang terlewat, atau kebenaran yang dihindari.
Mimpi melihat orang buta lain dianggap pertanda akan datang seseorang yang membutuhkan bantuan—baik secara harfiah maupun makna kiasan (membutuhkan bimbingan). Sebagian tafsir tradisional juga menghubungkan mimpi buta dengan introspeksi spiritual—saat di mana pemimpi diajak untuk "melihat ke dalam" sebelum bertindak lebih jauh.
Angka erek-erek mata buta dalam buku mimpi tradisional sering berdekatan dengan angka mimpi tentang penglihatan dan refleksi diri. Disajikan sebagai referensi budaya, bukan jaminan hasil.