Telinga dalam tradisi Jawa memiliki makna khusus—dipercaya sebagai "penerima pesan dari jauh." Mimpi telinga berdenging sering dihubungkan dengan kepercayaan rakyat bahwa ada orang yang sedang membicarakan pemimpi—telinga kanan biasanya berarti pembicaraan baik, telinga kiri berarti pembicaraan kurang baik. Walau ini lebih ke kepercayaan rakyat, tradisi tafsir mimpi tetap mengadopsi simbolisme yang sama.
Mimpi tuli atau tidak bisa mendengar sering ditafsirkan sebagai keengganan menerima nasihat atau peringatan dari orang sekitar—pemimpi sedang "menutup telinga" terhadap sesuatu yang penting. Mimpi telinga panjang atau besar biasanya dimaknai positif: kemampuan mendengarkan dan menerima informasi sedang baik.
Dalam buku erek-erek, angka mimpi telinga termasuk kategori tubuh dengan tafsir yang stabil. Disajikan sebagai informasi budaya.